Sekolah Tinggi Agama Islam Mathali’ul Falah (STAIMAFA) Pati resmi alih status menjadi Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA), yang bertepatan menjelang tahun baru 1437 Hijriah. Perubahan status menjadi institut ini, sesuai dengan Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Nomor 5492 Tahun 2015 tentang Izin Perubahan Bentuk Sekolah Tinggi Agama Islam Mathali’ul Falah menjadi Institut Pesantren Mathali’ul Falah pada tanggal 25 September 2015.
Dalam keputusan tersebut, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI telah menyetujui alih status dari STAI menjadi Institut, dengan sekaligus menyetujui tiga Program Studi (prodi) baru, sehingga secara keseluruhan menjadi tujuh prodi. Empat prodi yang ada Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Perbankan Syariah (PS), Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), serta Pendidikan Guru Radhatul Athfal (PGRA). Sementara tiga prodi yang baru disetujui sebagaimana SK Dirjen Pendidikan Islam adalah prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dan prodi Zakat dan Wakaf (ZAWA). Dengan perubahan bentuk ini, maka ada perubahan struktur lembaga dan tata kelolanya seperti sebutan ketua sebagai pimpinan tertinggi pada STAI akan berubah menjadi rektor. Sedangkan jurusan menjadi fakultas yang meliputi Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam, dan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat.
Adanya SK Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI itu, maka nama Institut resmi digunakan sekaligus sudah bisa menerima mahasiswa baru untuk tiga prodi baru tersebut,”. Abdul Ghafarrozin, M.Ed selaku Rektor IPMAFA mengharapkan agar alih status ini menjadi kesempatan bagi pesantren untuk membuktikan diri mampu menjadi pilihan utama pendidikan karakter dan integrasi ilmu agama.
Dalam acara tasyakuran alih status institut tersebut (15/10), Abdul Ghafarrozin menyampaikan bahwa ditetapkannya STAI Mathali’ul Falah menjadi Institut Pesantren Mathali’ul Falah menuntut keseriusan segenap civitas akademik dalam mempercepat implementasi nilai-nilai pesantren di perguruan tinggi sekaligus menuntut tata kelola yang baik. Ini merupakan kesempatan bagi pesantren untuk membuktikan dirinya mampu menjadi pilihan utama pendidikan karakter dan integrasi ilmu, apalagi di tengah-tengah momentum Hari Santri dan kebangkitan pesantren di Indonesia”. “Perguruan Tinggi berbasis pesantren selain harus mampu menjawab persoalan keagamaan, harus pula menawarkan solusi atas peroblem sosial-ekonomi riil yang dihadapi masyarakat Indonesia.
Tentunya ini menjadi capaian dan kebanggan tersendiri bagi dunia pesantren dan masyarakat Kabupaten Pati, karena dengan alih status ini maka IPMAFA merupakan Institut Agama Islam swasta satu-satunya di Kabupaten Pati.
Share To:

Post A Comment: