Top News


Purworejo,Kamis (16/11/17), Himpunan Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah (HMPS PS) kembali mengadakan diskusi, sebagai Agenda Mingguan dalam Program Kerja HMPS PS. Pada diskusi ini, tema yang diusung adalah Halal Life Style in Sharia Economy dengan narasumber Dr Zaenurrosyid MA, peneliti sekaligus pengamat filantropi Islam. 

Diskusi yang bertempat di Aula II kampus Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA) ini, tidak hanya dihadiri oleh Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah (Prodi PS) dari semester 1, 3 dan 5, tetapi juga Mahasiswa dari Prodi Zakat Wakaf (Zawa).

Zaenurrosyid mengupas perkembangan tren product halal dewasa ini dan bagaimana penerapan halal life style di Indonesia dan negara lain. Selain itu, dosen Manajemen Zakat ini juga menjelaskan tentang aspek halal yang harus dibarengi dengan prinsip ke-thoyyiban, perspektif kepentingan market atas tren halal life style, pernikahan sebagai upaya mengkontekktualkan halal life style, perspetif kehalalan dan prinsip syariah dalam Perbankan Syariah, dan halal life Style sebagai best of our belief.

"Mari kita membudayakan halal life style, segala aspek harus dijaga kehalalannya. Bukan hanya sebagai tren ataupun untuk motif ekonomi tertentu. Karena halal life style itu sebagai pilihan." terangnya.




Purworejo, (18/10/2017) bertempat di kampus Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA), Himpunan Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah (HMPS PS) mengadakan diskusi dengan tema “Industri Syariah dalam Menjawab Tantangan Ekonomi”.
Forum tersebut dihadiri mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah dari semester 3 dan semester 5, dan mahasiswa Prodi lain yang ingin turut serta menghidupkan diskusi ini. Dengan forum diskusi ini menjadikan para mahasiswa Prodi PS menjadi lebih terbuka dalam melihat berbagai sudut pandang tentang perkembangan Industri Syariah sekarang ini. Selain itu, mahasiswa akan lebih aktif dalam berdiskusi dan mampu mendorong terbangunnya iklim akademis di lingkungan kampus IPMAFA.
Dari diskusi tersebut disimpulkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan produk Halal Life Style. Oleh sebab itu, dari sisi ekonomi perlu lebih meninjau kembali akan regulasi, perspektif masyarakat, serta pengawasan dari lembaga terkait.


Sedangkan dari sisi sosial, terinspirasi dari fiqh sosial yang digagas Kyai Sahal Mahfudh, salah satu prinsip yang harus diterapkan adalah menjadikan fiqh sebagai etika sosial dan bukan sebagai hukum positif Negara. Etika tersebut dapat diterapkan dalam mengolah ekonomi dengan meninjau keseimbangan yang ada. Selain itu dari sisi pendidikan, para pegiat ekonomi syariah harus mempelajari apa yang telah disampaikan oleh Ulama, Kyai dan guru sehingga memiliki pijakan yang kuat. 




Pati (Rabu, 27/9/2017), Himpunan Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah (HMPS PS) mengadakan acara ngobrol santai bersama para mahasiswa Prodi PS khususnya mahasiswa baru yang saat ini aktif di semester 1 dan 3 serta para pengurus HMPS PS periode 2017/2018. Ngobrol santai ini diisi dengan "Pengenalan Organisasi" dengan pemateri Ketua HMPS PS Agus Narimo dan Yauma khoirotun Izza. Acara bertempat di ruang kelas 308 Lantai 3 Kampus Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA).

Melalui forum ini mereka saling sharing pengalaman oleh mahasiswa lama selama menjadi mahasiswa PS. Dari sini peserta mendapat banyak sekali informasi seputar kemahasiswaan seperti urgensi berorganisasi, bagaimana mampu memperluas jaringan, menjadi lebih percaya diri, serta mampu memenage waktu antar perkuliahan dan berorganisasi.


"Tidak sekedar berkumpul, melalui ngobrol santai ini diharapkan juga mampu menyadarkan para mahasiswa untuk lebih bersemangat mengikuti organisasi-organisasi yang ada. Bersemangatlah dalam berorganisasi, tanamkanlah organisasi menjadi bagian dari hidup kita. Kita mahasiswa, mahasiswa cinta berorganisasi." tutur Agus dalam paparannya.







Perkembangan aktivitas perdagangan efek syariah menjadi perhatian serius bagi pegiat ekonomi syariah di wilayah Pati Jawa Tengah. Aktivis ekonomi syariah yang tergabung dalam Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Wilayah Pati dan mahasiswa Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) merespon hal itu dengan menyelenggarakan workshop nasional tetang Pasar Modal Syariah (9/9/2017). Diawali dengan sambutan Ketua MES Pati Mumu Mubarok, workshop dibuka langsung oleh Bupati Pati Haryanto.

Dalam acara itu, lebih dari seratus peserta hadir terdiri dari berbagai latar belakang profesi meliputi praktisi perbankan, pengusaha, akademisi, tokoh agama, mahasiswa dan masyarakat umum. Hadir pula Bupati Pati Haryanto yang membuka secara simbolik forum acara.

Dalam paparannya, narasumber Doddy Prasetya Ardhana dari Bursa Efek Indonesia menyampaikan materi tentang mekanisme perdagangan efek syariah. Ia menjelaskan pentingnya berinvestasi karena seseorang mempunyai tujuan jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Sedangkan manfaat berinvestasi saham melebihi rata-rata keuntungan dari investasi yang lain. Dalam 10 tahun, perbandingan rata-rata kenaikan per tahun: Tabungan 2.29%, Deposito 7.99%, Emas   12.75%, dan Saham 20.95%.

Selanjutnya narasumber kedua Irvanda Rio Chrissaldy dari Phintraco Sekuritas menyampaikan materi dengan tema “Inventasi Saham Itu Mudah”. Rio menjelaskan banyak keuntungan yang dapat diperoleh jika seseorang mau berinvestasi saham seperti Capital gain atau selisih positif antara harga jual dan harga beli saham, pendapatan dividen, tidak ada biaya penyimpanan, tidak terkena pajak tahunan dan aman.


Selama acara, para peserta mengikutinya secara aktif dengan adanya banyak pertanyaan yang disampaikan. Di diakhir sesi, peserta juga diberi kesempatan untuk simulasi langsung dengan mengisi formulir pendaftaran akun efek bersama Phintraco Sekuritas.
TEMA:
- MEKANISME PERDAGANGAN EFEK DI PASAR MODAL SYARIAH INDONESIA
- SHARIA ONLINE TRADING SYSTEM

Waktu:
Sabtu 09 September 2017, Pukul 08.00 - 12.00

Tempat:
Gedung Pendopo Kabupaten Pati

Pendaftaran: 
SMS: Nama_Instansi_No Telp_Email (contoh: Agus_Bank Dana Abadi Pati_085389295247_agus@gmail.com
Kirim ke:

  • Rika Nur Roehanah ( 0857 2703 5145 )
  • Najichah ( 0857 2514 9126 )

Organized by STIEF, OJK, IPMAFA
Pati. Selasa (12/06/2017) Tutik Nurul Jannah MH selaku Dosen Perbankan Syariah (PS) IPMAFA mengisi acara talkshow di Radio PAS FM Pati. Acara talkshow ini terselenggara atas kerjasama antara Panitia PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) IPMAFA 2017 dengan Radio PAS FM Pati. Bentuk kerjasama ini adalah berupa mengisi talkshow setiap hari selasa dan kamis selama Bulan Suci Ramadhan 1438 H.

Pada kesempatan ketujuh dihari selasa minggu keempat di Bulan Suci Ramadhan, Tutik Nurul Jannah, MH mengisi talkshow dengan tema hidup nyaman dengan rezeki yang halal. Tema ini diambil guna memberikan pemahaman kepada masyarakat agar dalam mencari rezeki lebih mengutamakan cara yang baik dan lebih mengutamakan yang halal, dan pada bulan puasa adalah waktu yang tepat untuk hijrah.

Acara talkshow yang dipandu oleh Ari Fanili dimulai pukul 09.00 WIB, dan pada kesempatan tersebut Tutik Nurul Jannah mengawalinya dengan menjelaskan bahwa efek dari rezeki yang halal bisa menjadikan keluarga menjadi berkah, bisa membawa putra-putri menjadi anak yang sholeh-sholehah, dan sebaliknya. “Ujar Pengurus Fatayat PC Fatayat Kab. Pati”.

Lebih lanjut, Pengasuh Pesilba Kajen ini menambahkan untuk mendapatkan rezeki  manusia harus mau bekerja keras, mengingat rezeki itu harus dijemput, hanya saja prinsip utamanya harus lebih hati-hati lagi jangan sampai bercampur dengan yang syubhat, apalagi yang haram. Untuk itulah, selain kerja keras manusia harus mau berdoa, bisa melalui shalat dhuha atau membaca surat waqiah, lantaran keduanya sebenarnya membawa energi positif kepada seseorang agar bisa lebih semangat dan berkah.

Sebagai penutup, peneliti di Fiqih Sosial Institut ini menegaskan bahwa saat ini banyak sekali argumen-argumen yang menyesatkan di tengah-tengah masyarakat yang harus diantisipasi, seperti mencari rezeki yang haram saja susah apalagi yang halal. Hal semacam itu sepatutnya jangan sampai dipercayai, karena jelas tidak mendasar. Masyarakat juga jangan sampai hanya menganggap rezeki itu sama dengan uang, karena kalau berbicara rezeki itu luas. Diberi kesehatan itu rezeki, diberi keselamatan selama perjalanan itu rezeki, keluarga yang tentram itu sakinah, dan lain sebagainya.  “Tutupnya”.


Dengan pembahasan yang menarik tersebut, membuat pada sesi tanya jawab banyak masyarakat yang menanyakan pertanyaan-pertanyaan unik, semisal cara mendapatkan rezeki yang banyak, hukum penglaris, amalan supaya dagangan laris, dan sebagainya. Karena terbatasnya waktu, pada jam 10.00 WIB acara talkshow harus diakhiri, meskipun pertanyaan dari pendengar Radio Pas FM terus berdatangan. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti jalannya talkshow kerjasama antara IPMAFA dengan Radio PAS FM dapat disimak di 101.00 FM jam 09.00-10.00 wib setiap hari selasa dan kamis selama bulan suci ramadhan 1438 H.

Edukasi tentang perbankan dan lembaga keuangan syariah selalu dibutuhkan oleh masyarakat. Sebab sampai saat ini tidak sedikit masyarakat yang masih belum paham tentang penerapan perbankan syariah yang sebenarnya, bahkan cenderung dianggap sama dengan sistem perbankan konvensional. Pemahaman yang baik tentang perbankan syariah selain mendorong mereka bermuamalah sesuai nilai keislaman juga akan memahami bahwa lembaga keuangan syariah yang memberi manfaat yang banyak kepada masyarakat.

Menyikapi hal itu Mumu Mubarok MEI, Dosen Perbankan Syariah IPMAFA mengupasnya dalam Talkshow Ramadhan di Radio PAS FM Pati, Kamis (01/06/2017). Talkshow ini terselenggara atas kerjasama antara Panitia PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) IPMAFA 2017 dengan Radio PAS FM Pati dan berlangsung setiap hari selasa dan kamis selama Bulan Suci Ramadhan 1438 H. Talkshow yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dipandu oleh Lensa Azelia dari PAS FM Pati.

Mumu memaparkan banyak hal tentang perbankan syariah sesuai tema yang diusung yaitu “Mengenal Perbankan Syariah”. Selain itu, paparannya bertujuan untuk lebih mengenalkan Prodi Perbankan Syariah IPMAFA dan lembaga keuangan syariah sebagai pilihan utama bagi masyarakat dalam bermuamalah.

Dalam kesempatan tersebut Mumu memulai penjelasan mengenai perbedaan antara Bank konvensional dan Bank Syariah dan menegaskan bahwa Bank Syariah adalah cara bagi kita untuk terhindar dari riba.

Lebih lanjut, menurut Mumu “Tidak mengherankan bila sekarang ini Bank-Bank konvensional beralih atau membuat Bank Syariah karena pelan tetapi pasti masyarakat sudah mulai trust dengan lembaga keuangan syariah, karena dinilai mampu membawa seseorang untuk bertransaksi dengan nilai-nilai Islam.

“Meskipun tidak dipungkiri, suara-suara masyarakat yang menyebut Bank Syariah tidak ada bedanya dengan bank konvensional, atau komentar-komentar negatif lainnya, itu semua merupakan masukan yang baik agar kami yang bergerak di Lembaga Keuangan Syariah bisa terus memperbaiki diri agar sesuai harapan masyarakat.” tutupnya.

Dengan paparan pembahasan yang menarik selama talkshow, membuat banyak masyarakat banyak bertanya dalam sesi tanya jawab. Tidak sedikit mereka ingin mendapatkan solusi terkait isu-isu perbankan syariah. Namun karena terbatasnya waktu, pada jam 10.00 WIB acara talkshow harus diakhiri.


Bagi mahasiswa dan masyarakat yang ingin mengikuti jalannya talkshow kerjasama antara IPMAFA dengan Radio PAS FM dapat disimak di 101.00 FM jam 09.00-10.00 wib setiap hari selasa dan kamis selama bulan suci ramadhan 1438 H.
Pati, Sabtu (30/05/2017) M. Fachrurrozi MSI, Kaprodi Perbankan Syariah mengisi acara talkshow di Radio PAS FM Pati. Acara talkshow ini terselenggara atas kerjasama antara Panitia PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) 2017 dengan Radio PAS FM Pati. Bentuk kerjasama ini berupa talkshow Ramadhan yang diisi oleh para dosen IPMAFA setiap hari selasa dan kamis selama Bulan Suci Ramadhan 1438 H.

Pada kesempatan itu, dosen yang akrab disapa Pak Rozi itu mengisi talkshow dengan tema manajemen keuangan keluarga. Sebuah tema sederhana akan tetapi memiliki peran yang sangat signifikan dalam perjalanan kehidupan keluarga. Tema tersebut dipilih untuk memberikan pemahaman kepada keluarga dan masyarakat pendengar radio PAS FM agar dapat mengelola keuangan keluarga dengan baik.

Acara talkshow yang dipandu oleh Lensa Azelia dimulai pukul 09.00 WIB dan pada kesempatan tersebut Fachrurrozi menjelaskan bahwa keberhasilan dalam manajemen keuangan keluarga merupakan salah satu indikator bahagia tidaknya seseorang dalam berumah tangga. Artinya hal ini memiliki dampak yang sangat vital dalam kehidupan keluarga.

Lebih lanjut menurut Rozi tidak mengherankan bila keluarga-keluarga yang matang dalam mengelola keuangannya akan mampu mengetahui mana kebutuhan yang primer, mana kebutuhan sekunder, dan mana kebutuhan yang hanya memenuhi lifestyle semata. "Masih banyak masyarakat yang belum bisa membedakan ketiganya, dampaknya mereka berhutang hanya untuk beli hape, motor, atau mobil” terangnya.

Lebih lanjut, dalam pandangan penulis buku Sosiologi Ekonomi Islam ini, “Bila sebuah keluarga sudah terjebak dalam hutang maka tentu akan mengurangi pemasukan, sehingga pada akhirnya kondisi keuangannya menjadi tidak stabil, dan proses demikian akan rentan terjadi berbagai masalah dalam keluarga”.

Dengan paparan pembahasan yang menarik selama talkshow, membuat banyak masyarakat bertanya dalam sesi tanya jawab. Tidak sedikit mereka ingin mendapatkan solusi terkait manajemen keuangan keluarga. Namun karena terbatasnya waktu, pada jam 10.00 WIB acara talkshow harus diakhiri.

Bagi mahasiswa dan masyarakat yang ingin mengikuti jalannya talkshow kerjasama antara IPMAFA dengan Radio PAS FM dapat disimak di 101.00 FM jam 09.00-10.00 wib setiap hari selasa dan kamis selama bulan suci ramadhan 1438 H.