Semarang, 12 Juni 2026 — Dalam upaya memperkuat wawasan akademik dan literasi ekonomi mahasiswa, Program Studi di lingkungan Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) melakukan kunjungan edukatif ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah di Semarang pada Jumat (12/6/2026). Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami peran strategis Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika perkembangan ekonomi dan keuangan digital.

Rombongan IPMAFA terdiri atas sejumlah dosen, yaitu Dr. A. Dimyati, M.Ag., Isyrokh Fuaidi, LL.M., Dr. Umdatul Baroroh, M.A., Khabib Solihin, S.E.Sy., M.M., dan Fira Nadliratul Afrida, M.Pd. Sementara peserta mahasiswa berasal dari Program Studi Perbankan Syariah semester 2, 4, 6, dan 8 serta mahasiswa Zakat dan Wakaf semester 6.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Lokapala, Lantai 8 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah tersebut diawali dengan sambutan Wakil Rektor I IPMAFA, Dr. A. Dimyati, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga otoritas ekonomi dalam membangun kompetensi mahasiswa yang tidak hanya kuat secara teoritis, tetapi juga memahami praktik dan kebijakan ekonomi yang berkembang di tingkat nasional.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wahyu Dewanti selaku perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah yang menyambut baik kunjungan akademik tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi ekonomi dan keuangan bagi generasi muda.

Sesi pertama menghadirkan materi mengenai Kebanksentralan yang disampaikan oleh Wahyu Dewanti. Materi ini mengulas secara komprehensif mengenai sejarah Bank Indonesia, visi dan misi kelembagaan, kedudukan Bank Indonesia dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, serta tugas dan wewenangnya sebagai bank sentral. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai berbagai bentuk koordinasi Bank Indonesia dengan pemerintah dan otoritas terkait dalam menjaga stabilitas moneter, sistem pembayaran, serta stabilitas sistem keuangan nasional.

Materi kedua membahas Keuangan Digital yang disampaikan oleh Bagasdian Adi S. Dalam paparannya, dijelaskan perkembangan sistem pembayaran di Indonesia yang semakin terdigitalisasi, termasuk kebijakan Bank Indonesia dalam mendorong efisiensi transaksi melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Peserta diajak memahami perjalanan inovasi QRIS sejak diluncurkan pada 17 Agustus 2019 hingga menjadi salah satu instrumen utama pembayaran digital di Indonesia.

Menariknya, sesi ini tidak hanya membahas aspek teknis penggunaan QRIS, tetapi juga mengulas berbagai modus penipuan digital yang berkembang seiring meningkatnya transaksi elektronik. Mahasiswa diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah mitigasi risiko serta mekanisme pengaduan kepada regulator apabila terjadi penyalahgunaan dalam transaksi digital.

Sementara itu, sesi ketiga menghadirkan materi Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) yang disampaikan oleh Syahrun Romadhoni. Materi ini membahas proses pengelolaan uang rupiah mulai dari perencanaan, pencetakan, pengedaran, hingga pemusnahan uang tidak layak edar. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan program Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBP Rupiah) yang menjadi bagian dari strategi Bank Indonesia dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga dan menggunakan rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.

Setiap sesi materi diikuti dengan post-test, diskusi interaktif, dan evaluasi pembelajaran. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan kritis yang diajukan, khususnya terkait tantangan digitalisasi sistem pembayaran, perlindungan konsumen dalam transaksi digital, serta peran generasi muda dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.


Lebih dari sekadar kunjungan institusional, kegiatan ini memiliki nilai akademik yang penting. Di tengah transformasi ekonomi digital yang berlangsung sangat cepat, mahasiswa dituntut tidak hanya memahami konsep ekonomi dan keuangan dari ruang kelas, tetapi juga mampu membaca arah kebijakan regulator dan implikasinya terhadap masyarakat. Pemahaman mengenai kebanksentralan, sistem pembayaran digital, dan pengelolaan uang rupiah menjadi bekal strategis bagi mahasiswa untuk merespons perubahan lanskap ekonomi yang semakin kompleks.

Kunjungan edukatif ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga negara dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui pengalaman belajar langsung di Bank Indonesia, mahasiswa memperoleh perspektif yang lebih komprehensif mengenai bagaimana kebijakan moneter, inovasi sistem pembayaran, dan pengelolaan mata uang berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa IPMAFA tidak hanya memiliki literasi ekonomi dan keuangan yang lebih baik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi akademisi dan praktisi yang adaptif, kritis, serta mampu berkontribusi dalam penguatan sistem ekonomi Indonesia di masa depan. (Info PMB, Khabib Solihin HP. 082299523230)